Baliho Dirusak OTK, Demokrat Mamuju Lapor Polisi

Ketua DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi (Foto: Eka Musriang)
Ketua DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi (Foto: Eka Musriang)

Memasuki tahun politik, persaingan antar Partai Politik (Parpol) yang menjadi kontestan pada pesta demokrasi lima tahunan ini semakin ketat. Berbagai cara pun dilakukan dalam memenangkan persaingan.


Ada yang bersaing dengan ide-ide dan gagasan untuk menarik simpati masyarakat, terjun langsung menyentuh masyarakat, bahkan ada yang bersaing dengan cara yang kurang pantas. Salah satunya melakukan pengerusakan sarana kontestan lain.

Seperti yang dialami Partai Demokrat. Sejumlah balihonya dirusak Orang tidak Dikenal (Otk). Hal itu disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Mamuju, Siti Suraidah Suhardi, saat diwawancarai Rmolsulbar.id, Sabtu (14/10/23).

Suraidah mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan pengerusakan baliho itu ke pihak kepolisian. Bahkan, Partai Demokrat juga sudah melaporkan hal itu ke Bawaslu untuk segera melakukan tindakan.

"Contohnya di jalan arteri, yang balihonya dirobek, hanya Partai Demokrat. Kami dari Partai Demokrat sudah melaporkan ke pihak kepolisian, ke Bawaslu juga untuk mencari pelakunya. Cuman kan orang tidak dikenal, jadi agak repot juga," kata Suraidah.

Dengan adanya kejadian itu, Ketua DPRD Sulbar itu mengimbau para kontestan yang bakal bersaing pada pesta demokrasi 2024 mendatang untuk lebih cerdas dalam berpolitik. Tidak perlu melakukan pengerusakan.

"Kita tidak perlu menggunakan pola-pola lama atau black campaign, seperti mencoret dan merobek baliho calon lain. Kasihan balihonya yang tidak ada salah," ujarnya.

Sebaiknya, kata Suraidah, para kontestan bersaing dengan ide-ide dan gagasan yang dianggap paling ampuh mendapat simpati masyarakat. Dengan itu, masyarakat sebagai pemilih dapat memberikan penilaian.

"Sekarang, mari kita bersaing dengan politik gagasan, bagaimana para caleg itu memberikan gagasan, ide-idenya, bukan lagi mencoret baliho, bahkan merobek, kasian baliho itu. Biarkan nanti rakyat yang akan menilai, jangan karena baliho yang tidak ada salahnya, tidak minta makanan, tidak minta dikasi jalan, hanya dipajang di pinggir jalan, itu dirobek," pungkas Suraidah.