Korban Pencabulan Penyuka Sesama Jenis di Mamuju Bertambah

Korban pria yang menyukai dan memiliki ketertarikan seksual kepada sesama jenis di Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, bertambah. Kini sudah sebanyak 20 orang anak dan remaja yang diduga sebagai korban.


Perilaku penyimpangan seksual dan identitas gender yang dinilai melawan kodrat manusia itu dilakukan seorang pria MH (49) yang berprofesi sebagai pedagang bakso. Korbannya sendiri merupakan anak mulai dari usia 5 tahun, hingga remaja usia 16 tahun.

Hal itu disampaikan Kasi Humas Polresta Mamuju, IPDA Herman Basir, saat dikonfirmasi rmolsulbar.id, Jumat (24/11/2023). Dia mengungkapkan, pelaku sudah menjalankan aksinya sejak beberapa bulan terakhir ini.

"Sejak Mei hingga November 2023 ini, pelaku menjalankan aksinya. Korbannya dari usia 5 hingga 16 tahun dan sampai saat ini pelaku mengakui korbannya sebanyak 20 orang," kata Herman Basir.

Sebelumnya, pelaku harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah ketahuan melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak laki-laki yang masih dibawah umur. Pelaku dilaporkan oleh orang tua salah seorang korban lantaran tak terima anaknya dicabuli.

Hal itu disampaikan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar, saat diwawancarai wartawan, Rabu (22/11/2023). Iskandar mengungkapkan, pihaknya langsung menangkap pelaku setelah mendapat laporan dari masyarakat.

"Berdasarkan laporan satu orang tua salah seorang korban pencabulan sesama jenis, Polsek Sampaga dan Unit Resmob Satreskrim Polresta Mamuju pun langsung menuju TKP dan menangkap terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Iskandar.

Dia pun menjelaskan kronologi pencabulan terhadap sejumlah anak laki-laki yang dilakukan gay itu. Iskandar membeberkan, awalnya pelaku mengajak sejumlah anak laki-laki dibawah umur kerumahnya untuk bermain dengan mengiming-imingi uang.

"Sehingga disitu korban diajak masuk di kamar pelaku, selanjutnya pelaku memegang kemaluan korban, kemudian pelaku mengoral dan mengisap penis korban hingga pelaku merasa puas dan tersalurkan hasratnya," ungkapnya.

Dari hasil interogasi yang dilakukan pihak kepolisian, kata Iskandar, pelaku mengakui perbuatannya sesuai dengan laporan masyarakat. Hingga kini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan bakal memanggil sejumlah korban lainnya.

"Jadi, dari informasi yang diperoleh dari pelaku dan salah satu korban, masih ada belasan korban lainnya. Kami akan panggil semua korban yang disebutkan namanya untuk dicocokkan dengan pernyataan pelaku," tutur Iskandar.