Seorang Pengasuh di Salah Satu Ponpes di Mamuju Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Ilustrasi
Ilustrasi

Seorang pengasuh di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mamuju, Sulbar, JL, ditangkap polisi usai dilaporkan terkait dugaan kasus pelecehan sejumlah santriwati.


Penangkapan tanpa perlawanan dari terduga pelaku itu berlangsung di rumah salah seorang pimpinan Yayasan Ponpes yang diduga menjadi tempat persembunyiannya. Hal itu disampaikan Kasi Humas Polresta Mamuju, IPDA Herman Basir, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (11/2/2024).

Herman Basir mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan langsung dari sejumlah santriwati yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual, bersama orang tua dan keluarganya masing-masing.

"Benar, ada sebanyak lima orang santriwati yang datang melaporkan kasus pelecehan seksual dari pengasuh Ponpes terhadap mereka. Mereka (santriwati) datang bersama orang tua dan keluarganya masing-masing," kata Herman Basir.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban yang masih dibawah umur, kata Dia, pihaknya bergerak cepat menangkap terduga pelaku yang sudah diketahui lokasi keberadaannya.

"Setelah kami lakukan penangkapan, terduga pelaku pun kami tahan di Polresta Mamuju untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk motif pelaku menjalankan aksinya, mungkin karena bernafsu saat melihat para santri," ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus itu terkuak setelah seorang santriwati kabur dari Ponpes dan mengaku sebagai korban pelecehan seksual dari seorang pengasuh di Ponpes tempatnya menimba ilmu.

Para korban pun menceritakan, pelaku sering masuk kamar mandi saat mereka sedang mandi. Bahkan, pelaku menarik sarung yang digunakan korban hingga telanjang dan pelaku pun meraba bagian sensitif korban.