Sepanjang 2023, Pertumbuhan Ekonomi di Sulbar Positif

Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh (Foto: Istimewa)
Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh (Foto: Istimewa)

Sepanjang 2023, pertumbuhan ekonomi di Sulbar menunjukkan trend yang sangat positif, hingga menempatkan provinsi ke 33 itu menempati peringkat ke delapan secara nasional.


Peningkatan ekonomi 2023 di Sulbar, terjadi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2022. Pada 2022, pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai sebesar 2,31 persen. Sementara 2023, naik menjadi 5,25 persen.

Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian di Sulbar didominasi lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang masih menjadi pembentuk utama perekonomian Sulbar.

"Hal ini terkonfirmasi dari pangsa lapangan usaha pertanian kehutanan dan perikanan terhadap total PDRB Sulbar, tercatat sebesar 44,72 persen, kemudian diikuti oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 11,16 persen," kata Prof Zudan Arif Fakrulloh, Selasa (6/2/2024).

Tingginya pangsa kedua sektor itu, kata Sestama BNPP itu, dikarenakan komoditas utama Sulbar adalah kelapa sawit dan olahannya. Selanjutnya, diikuti lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. 

"Selain itu, ada reparasi mobil dan motor sebesar 9,94 persen, lapangan usaha konstruksi sebesar 7,34 persen, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosal wajib sebesar 6,37 persen," ungkapnya.

Prof Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, jika ditinjau dari andil pertumbuhan yang diberikan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, mencatatkan andil pertumbuhan terbesar yakni sebesar 1,68 poin dari total pertumbuhan secara c-to-c. 

"Hal ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan sektoral yang mengalami kenaikan didukung oleh peningkatan aktivitas sub sektor, seperti tanah perkebunan dan perikanan," ujar Prof Zudan Arif Fakrulloh. 

Sektor pendukung lainnya adalah industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 1,54 poin dan kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang 0,54 poin. 

"Sementara itu, terkontraksinya satu kategori lapangan usaha yakni kategori jasa keuangan juga memiliki andil dalam mengimbangi pembentukan pertumbuhan perekonomian," pungkasnya. 

Sementara dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari komponen net ekspor. Dari Prospektif regional kawasan Sulampua, pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat menjadi yang ketujuh tertinggi dari 14 Provinsi yang ada di Sulampua pada 2023. 

"Pertumbuhan Ekonomi tertinggi terjadi di Maluku Utara yang mampu mencapai pertumbuhan sebesar 20,49 persen, disusul oleh Sulteng yang mencapai pertumbuhan 11,91 persen. Adapun Sulbar tumbuh sebesar 5,25 persen, namun pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,05 persen," tutur Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Hamdani Hamdi menjelaskan, perekonomian Sulbar pada 2024 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi daripada 2023. Percepatan pertumbuhan ekonomi Sulbar utamanya dipengaruhi oleh ketiadaan kebijakan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang sempat diterapkan pada 2022. Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor industri pengolahan akan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Sulbar. 

"Faktor yang mendorong pertumbuhan kedua sektor itu adalah peningkatan kondisi komoditas kelapa sawit (TBS) dan CPO, didukung kebijakan pembebasan bea ekspor produk CPO dan produk turunannya, juga adanya peningkatan hasil perikanan tangkap turut mendorong kinerja sektoral khususnya sub sektor perikanan," beber Hamdani. 

Ke depan, kata Hamdani, Pemprov Sulbar melalui TPID akan mendorong inflasi agar tetap stabil melalui sinergi dan kolaborasi program dengan mengedepankan strategi pengendalian inflasi 4K.

"4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif, yang dilaksanakan secara berkelanjutan di 2024 ini," tuturnya.